A. JUDUL PROGRAM
Motivation Outbond Training for Street Children Pelatihan untuk Pengembangan Diri (Self Development) Anak Jalanan
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Sekarang, permasalahan terkait anak semakin banyak dan beragam. Indikasinya adalah semakin banyaknya anak-anak terlantar dan yatim-piatu yang tidak terurus, pemberdayaan anak-anak yang tidak pada tempatnya seperti dipekerjakan dengan waktu kerja yang sangat keterlaluan dan gaji yang tidak masuk akal, dan sebagainya. Sedangkan kita semua mengetahui bahwa kehidupan anak-anak seharusnya diisi dengan bermain, belajar, dan bersuka ria. Begitu juga dengan permasalahan anak jalanan di perkotaan, khususnya kota Semarang merupakan suatu hal yang dianggap wajar oleh masyarakat, padahal hal ini seharusnya merupakan suatu hal yang tidak wajar terjadi.
Mencermati lagi tentang permasalahan dunia anak jalanan, rusaknya mental anak menimbulkan bahaya yang sangat mengkhawatirkan. Kekhawatiran ini khususnya bagi mereka yang menekuni profesi sebagai pengamen atau peminta-minta. Kemudahan memperoleh uang dikhawatirkan dapat mengondisikan sikap manja dan membuat mereka enggan bekerja keras. Sikap mental sebagai peminta ini tentu kurang baik bagi dirinya sebagai bekal dalam menapak masa depan. Mereka pun rentan untuk bisa diharapkan menghadapi persaingan keras dalam meraih kebahagiaan dan kesejahteraan apabila kelak menjadi dewasa. Seperti yang terlihat juga kondisi yang sungguh memprihatinkan pada sebagian anak jalanan yang masih sempat mengenyam pendidikan, banyak di antaranya sudah tak memedulikannya lagi. Mereka pun seolah-olah kehilangan motivasi dan tidak menghiraukan lagi pentingnya pendidikan sebagai bekal bagi kehidupan yang lebih baik pada masa depan. Bagi mereka, apalah arti bersekolah kalau kenyataannya mereka berada di tengah pahitnya penderitaan akibat kemiskinan yang melanda keluarganya.
Program pengentasan anak jalanan yang dilakukan oleh pemerintah sebenarnya sudah efektif. Akan tetapi usaha-usaha yang dilakukan kurang tersampaikan secara menyeluruh. Banyak instansi juga yang memberikan bantuannya berupa materi, akan tetapi mereka tetap saja tidak mendapatkan perubahan. Setelah mendapatkan bantuan, mereka akan kembali ke jalanan. Perubahan yang perlu dimunculkan pada diri anak jalanan adalah perubahan mental ke arah yang lebih baik. Bukan hanya bantuan secara materil yang penting bagi mereka, akan tetapi juga moril, berupa kesemangatan baru yang dapat membawa anak terdorong menjadi manusia yang mandiri.
Menyoroti dari permasalahan diatas, maka kami membentuk sebuah gagasan tertulis untuk mengatasi permasalahan mengenai kehidupan anak jalanan. Yaitu dengan dilakukan semacam penyadaran bagi anak jalanan itu sendiri, yaitu dengan mengadakan sebuah pelatihan softskill berupa Motivation Outbound Training. Motivation Outbound Training adalah kegiatan pelatihan diluar ruangan atau di alam terbuka (outdoor) yang menyenangkan dan penuh tantangan dan setiap kegiatannya juga mengandung banyak filosofi dan esensi materi yang mampu menggugah semangat (motivatif-inspiratif-prestatif). Pelatihan ini bertujuan untuk pengembangan diri (self development) maupun kelompok (team development) pada diri anak jalanan. Selain itu, mereka diberi sebuah motivasi dan perubahan mindset sehingga mereka dapat mengatasi persoalan hidupnya, dan tidak mengambil jalan pintas untuk mengatasinya.
Jumlah anak jalanan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Keberadaan dan berkembangnya jumlah anak jalanan merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penyelesaian agar para anak jalanan tidak terpuruk dalam kondisi yang ada saat ini, mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan datang. mengubah mental anak jalanan itulah yang terpenting, dengan adanya pemberian training motivasi, besar harapannya dapat merubah anak jalanan menuju masa depan yang lebih baik.
C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Rusaknya mental anak jalanan menimbulkan bahaya yang sangat mengkhawatirkan bagi diri mereka sendiri, maka dari itu perlu adanya strategi yang tepat yang bisa merubah mental anak jalan tersebut.
2. Jumlah anak jalanan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Keberadaan dan berkembangnya jumlah anak jalanan merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu perlu adanya cara pengentasan yang sesuai bagi anak jalanan.
D. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah
1. Motivation Outbound Training bertujuan untuk pengembangan diri (self development) maupun kelompok (team defelopment) pada diri anak jalanan. Pengembangn diri ini dapat merubah mental anak jalanan.
2. Pelatihan ini dapat memberikan motivasi dan perubahan mindset sehingga mereka dapat mengatasi persoalan hidupnya, dan tidak mengambil jalan pintas untuk mengatasinya. Pelatihan ini juga sebagai bentuk pengentasan yang sesuai bagi anak jalanan.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah
1. Motivasi dan semangat untuk hidup lebih baik akan muncul pada diri anak jalanan.
2. Pengembangan diri anak jalanan akan meningkat.
3. Jumlah anak-anak jalanan di Kota Semarang akan semakin berkurang.
F. KEGUNAAN
Melalui ‘Motivation Outbound Training’ diharapkan anak-anak akan senang dalam melakukan pengembangan diri (self development) maupun kelompok (team defelopment) pada diri mereka. Selain itu, mereka juga mendapatkan sebuah motivasi dan perubahan mindset sehingga mereka dapat mengatasi persoalan hidupnya, karena dalam pelatihan ini mengandung banyak filosofi dan esensi materi yang mampu menggugah semangat (motivatif-inspiratif-prestatif).
G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Sasaran dari Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat yang akan kami buat ini adalah anak-anak jalanan di kota Semarang. Dimana anak-anak tersebut kebanyakan tinggal di sebuah desa yang bernama desa mayangsari, Kecamatan Kalipancur, Kabupaten Ngaliyan. Berdasarkan wawancara dengan Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Gratama, bahwa dari hasil survey memang sebagian besar anak jalanan yang sering ada di pusat kota Semarang adalah anak-anak yang berasal dari desa Mayangsari tersebut.
Berdasarkan data observasi dari ketua RW 05, ada sekitar 85 % KK di desa tersebut berada di bawah dari garis kemiskinan. Dari hasil wawancara juga dengan kepala kelurahan Kalipancur, bahwa desa Mayangsari kebanyakan ditempati anak-anak jalanan, dimana orang tuanya memang kurang mampu dalam hal perekonomian. Jikalau ada bantuan dari pemerintah pun, desa tersebutlah yang akan diprioritaskan untuk diberi bantuan. Anak-anak jalanan di desa tersebut sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Pemberian dalam hal moril dan materil sangat diperlukan bagi mereka.
H. METODE PELAKSANAAN
Metode yang akan digunakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat adalah dengan memberikan pelatihan dalam bentuk outbond Training yang di dalamnya akan diselipkan semangat motivasi dan materi yang mampu menggugah semangat (motivatif-inspiratif-prestatif). Kami akan mengundang sejumlah anak jalanan di desa Mayangsari. Untuk perijinannya, kami bekerjasama dengan instansi terkait seperti Ketua RW Mayangsari dan Kelurahan Desa Kalipancur yang menaungi warga daerah tersebut.
● Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan pelatihan tersebut akan dilaksanakan pada bulan ke-tiga pada saat kegiatan pengabdian itu berlangsung. ‘Motivation Outbound Training’ akan dilaksanakan di Balai RW Mayangsari sebagai tempat berkumpulnya anak-anak kemudian diperlihatkan film motivasi, dan dilanjutkan untuk outbound di lapangan voly milik warga. Jumlah anak akan disesuaikan dengan pertimbangan kapasitas tempat yang tersedia mencukupi untuk mengadakan Motivation Outbound Training tersebut.
Kegiatan pengabdian berupa Motivation Outbound Training bagi anak jalanan ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, meliputi;
a. Tahap Persiapan
Tahap persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan program ini meliputi;
1. Survei tempat pelaksanaan kegiatan.
2. Pembuatan proposal dan menyelesaikan administrasi perijinan pada instansi yang akan dilibatkan pada pelaksanaan kegiatan.
4. Pembuatan Rancangan Outbound
5. Mengadakan kerjasama dengan pakar Outbond sebagai Trainer pada kegiatan ini.
8. Pembuatan dan penyebaran undangan kepala Kelurahan Kalipancur, kepala desa dan lain lain.
9. Pembuatan dan pemasangan spanduk publikasi pelatihan.
b. Tahap Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan sebanyak satu kali. Peserta dikumpulkan dalam satu ruangan yang dikondisikan oleh trainer. Sebelum memasuki ruangan, peserta dibekali dengan asesoris outbound. Di dalam ruangan anak-anak diberi game kecil sebagai pengakraban. Masing-masing peserta kemudian di ajak ke lapangan untuk selanjutnya mangikuti outbound.
Sebagai alat ukur keberhasilan dari pelatihan yang kami berikan ini, kami memberikan quisioner setelah pelatihan berakhir. Isi dari quisioner ini, seperti: motivasi anak-anak yang datang ke pelatihan ini, semangat dan motivasi yang didapatkan setelah mengikuti pelatihan,dsb.
Sebagai penutup dari Motivation Outbound Training ini, kami menampilkan film pendek yang kami buat sendiri agar memotivasi anak-anak jalanan untuk bersemangat dalam menggapai cita-citanya, bukan sebagai pengemis atau pengamen
c. Tahap akhir
Tahap akhir terdiri dari pembuatan laporan hasil kegiatan dan pengumpulan laporan hasil kegiatan.
I. JADWAL KEGIATAN
Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan selama 4 (empat) bulan terhitung sejak tahap persiapan hingga tahap akhir yaitu pelaporan hasil dari program ini. Adapun rencana kegiatannya adalah sebagai berikut:
no Kegiatan Bulan
I II III IV
1 Tahap persiapan
a. Survey tempat pelaksanaan kegiatan
b. Permohonan proposal perijinan tempat
c. Pengajuan proposal perijinan tempat
d. Membuat rancangan pelatihan
e. mengadakan kerjasama dengan pakar outboud
f. Persiapan dan pembelian perlengkapan outbound
g. Mengadakan kerjasama dengan pihak kelurahan
terkait publikasi
2 Tahap pelaksanaan
a. Perkenalan dengan anak-anak
b. Pemutaran film motivasi
c. Outbound motivation training
d. Istirahat dan makan bareng
e. Sharing bareng anak-anak
f. Pengumpulan quisioner
3 Tahap akhir
a. Pembuatan laporan
b. Pengumpulan laporan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar